Selasa, 15 Februari 2011

Negara Pertegas Canangkan Pemanasan Global ?



Indonesia Raya
Wacana terkait lingkungan perlahan mulai menyempit dikolom-kolom surat kabar belakangan ini, seiring dengan mencuatnya berita gonjang-ganjing politik bumi indonesia yang dirasa lebih menarik untuk dijadikan headline. Meskipun negeri ini mengalami krisis yang tak kunjung usai diberbagai hal, bukan berarti wacana terkait kelestarian bumi harus dinomer dua akan bukan?

Sempat saya melewati persimpangan jalan Diponegoro Surabaya kemarin siang ketika hendak meluncur ke kampus, dan saya mendapati spanduk ini.



Ya, spanduk yang dipampang menghadap jalan stopan (trafict light) ini berisi himbauan dan juga ancaman kepada masyarakat luas. Bagusnya, dengan benar-benar diperhatikannya spanduk ini oleh masyarakat, akan bermunculan orang-orang yang semakin taat dengan peraturan dalam berkendara. Tapi akan semakin banyak pula agen-agen pemanasan global yang setia memanaskan bumi saat berkendara.

Cukup masuk akal juga alasan untuk menyalakan lampu disiang hari. Yaitu menekan tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi di Surabaya. Namun apakah memang iya, hal ini sebanding dengan harga yang harus dibayar? Tak kurang dari 50% pengguna sepeda motor diperkirakan akan menyalakan lampu saat berkendara, ''sok tau ah..!!'' lha mau gimana lagi, dari pada ditilang?

Suhu lampu motor ?
Setelah saya ukur dengan termometer, lampu standart motor 110CC yang menyala disiang hari bagaikan pijaran cahaya dikisaran 33 derajat celcius. Ya, saya katakan standart karena lampu ini merupakan lampu resmi standart dealer dan memiliki suhu berbeda disetiap tingkatan silinder mesin. Makin besar CCnya, maka makin besar pula suhu yang dikeluarkan oleh bola lampu pijar. Lampu standart ini memiliki pijar berwarna kuning, dengan suhu yang cukup rendah. Lalu bagaimana dengan lampu tipe halogen? Lampu ini mampu menyala lebih terang dengan warna putih kebiruan serta bisa lebih murah sampai 2X lipat dari lampu standart.

Dilihat dari banyak keunggulannya jelas, kalau lampu ini lebih diminati bila dibanding dengan lampu standart. Meskipun lampu halogen memiliki suhu yang jauh lebih tinggi, hal itu tidak menyurutkan konsumsi masyarakat terhadap lampu jenis ini. Mahasiswa alumni jurusan Kesehatan Lingkungan di kampus Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Fifi dessy indriani, Amd.KL menjelaskan bahwa suhu lampu yang menyala disiang hari menyababkan suhu udara yang bersirkulasi di jalanan pada saat itu meningkat.


Jumlah sepeda motor di Surabaya ?

Data yang saya peroleh dari home page jejaring sosial facebook Arek Suroboyo, menyebutkan bila jumlah sepeda motor roda dua di surabaya tak kurang dari 3.000.000 unit. Belum lagi kunjungan dari daerah-daerah sekitar seperti sidoarjo dan gresik. Lalu berapa banyak jumlah kendaraan yang akan menyalakan lampu disiang hari?

Mari bersama-sama kita buat perhitungan demi kesehatan bumi kita..!!! Kita anggap semua pengguna sepeda motor menggunakan lampu standart dengan suhu 33 derajat celcius. Jumlah ini dikalikan dengan 3.000.000 unit sepeda motor yang ada di surabaya. Kita dapatkan hasil 99.000.000 derajat celcius. Sedangkan yang saya pelajari sewaktu disekolah dasar, titik didih normal air itu 100 derajat celcius. Berarti hanya tinggal dibagi saja, 99.000.000 dibagi 100. Kita mendapat 990.000 titik didih baru, yang ditambahkan di jalanan kota surabaya setiap siang harinya.

“Terlalu banyak mas! Iya kalau semua menyalakan lampu?” Oke, kita anggap yang menyalakan hanya setengahnya saja. Setengahnya kena tilang setiap harinya. Wah, ternyata hasilnya juga masih mencapai 495.000 titik didih.

''Mesin sepeda motor kan jauh lebih panas. Mengapa membicarakan lampu yang panasnya tidak lebih dari 100 derajat celcius?'' Apakah pernyataan tersebut serupa dengan yang ini? ''Meskipun nggak tebang pilih, kan kita cuma menebang sedikit. kenapa tidak melarang penebang pohon jumlah besar?'' Atau mungkin dengan yang ini ''Rumah kita kan daya listriknya kecil, jangankan 1 jam, meskipun dimatikan 5 jam pun nggak akan pengaruh ke penghematan energi negara. Kenapa nggak mematikan listrik pabrik saja?''

Cukup memilukan memang. Kita dihimbau sedemikian rupa ditengah upaya masyarakat luas mensosialisasikan penekanan tingkat Global Warming. Lebih parahnya lagi hal semacam ini tidak hanya disosialisasikan di Surabaya, tapi juga di kota-kota lain. Setuju atau tidak, anda yang menentukan pendapat. Satu hal yang pasti, sikap dan kebijakan anda dalam bertindak menjadi modal utama keselamatan bumi ini. Karena bumi ini pun tidak hanya milik saya. Ini adalah bumi anda. Bumi sahabat anda. Bumi ibu anda, dan bumi anak cucu anda kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar